Arsip untuk Desember, 2007

my water, my land

Bila matahari pagi ini menghangati diri,
Aku sedang berusaha menuju dirimu.
Selayak menapaki jejak kali ketiga untuk bersua.
Aku masih ingin mengikat diri pada keyakinan,
Untuk berbaik diri!
Bila harapan yang masih berlari!

Aku masih harus berkaca pada kenyataan!
Semaian larva yang kutitip harapan,
Masih saja berkubang lumpur.
Di ketika aku mesti menagakkan dada!
Datanglah dirimu dengan kenyataan yang kuharap.
Biarlah alam menunjukkan keberpihakkan padaku.
Terima kasih atas dukungan inovasi dan cinta.

to: my goramy

dinihari menjelang,
perlahan,
hujan menembus pekatnya dingin,
melebarkan fluktuasi kehangatan dirimu.

Jauh langkahmu melewatinya,
takdir yg bicara dua jam berlalu,
menutup insangmu yg rindu atmosfir,
menghentikan embun di ujung rerumputan.

Berkacalah pada kesabaran,
melayang,
menjauhkan rengkuh yg mengkerut,
diatas goresan durimu.

Pada harapan diri yg tertahan,
semesti ini berbicara padamu,
tentang kenyataan yg bersua,
ya,
aku harus ada.

Iklan

ikan air-darat

“Belajarlah dari alam, tapi jangan sampai alam harus mengajari kita. Memanfaatkan alam bagi kepentingan manusia adalah suatu kemestian dan kewajaran. Namun bila kemudian pemanfaatan itu berdampak negatif bagi manusia, tentu sewajarnya bila kita berkaca”.

Issue hangat sekitar dampak manusia terhadap alam adalah global warming atau pemanasan global. Emisi gas rumah kaca mengalami kenaikan 70 persen antara 1970 hingga 2004, konsentrasi gas karbondioksida di atmosfer jauh lebih tinggi dari kandungan alaminya dalam 650 ribu tahun terakhir, rata-rata temperatur global telah naik 1,3 derajat Fahrenheit (setara 0,72 derajat Celcius) dalam 100 tahun terakhir dan muka air laut mengalami kenaikan rata-rata 0,175 centimeter setiap tahun sejak 1961 (http://www.kompas.com/ver1/Iptek/0711/19/191903.htm) selalu dikaitkan sebagai akibat adanya pemanasan global.

Average World Temperature Has Risen 0.42 deg. C (0.8 F) since 1850
Rata-rata temperatur global sejak tahun 1850 (http://www.oceansatlas.org)
Lalu, bagaimana dampak pemanasan global tersebut tersebut sistem akuakultur, terutama di daerah tropis? Sebagian besar ikan tropis, terutama yang dibudidayakan, menunjukkan performa pertumbuhan yang lebih tinggi pada kondisi lingkungan yang hangat. Mengacu sifat fisiologis ikan tersebut, para pembudidaya kemudian mengadopsi fenomena efek rumah kaca (green house effect) pada sistem atmosfer bumi pada skala yang lebih sempit pada ruangan pembenihan ikan (hatchery). Dari sisi tersebut, pemanasan global akan memberikan dampak positif terhadap keberhasilan proses akuakultur (Dr. Brad Hicks, http://www.cics.uvic.ca/workshop/b-hicks.htm). Meskipun demikian, di sisi lain, beberapa spesies ikan akuakultur, terutama yang bersifat katadromus, seperti sidat (eel, Anguilla spp.) atau udang galah (prawn, Macrobrachium rosenbergii) mungkin akan mengalami dampak negatif.
(ketika lagi asyik surfing, aku ketemu abstrak Dr. Brad Hicks dan cukup menarik karena mengajukan tesis adanya manfaat global warming terhadap akuakultur. Tesis yang nampaknya cukup “bersebrangan” dengan current issue yang hampir selalu menyajikan dampak negatif dari global warming)

my goramy, my poetry!

2community:

aku masih harus berjalan,
mengitari batas harapan kali ketiga,
tak semestinya letih mengusung jejak nalar tersisa,
tersirami hujan yg turun awal malam.

Ya,
tak layak berduka mengingatnya,
bila mereka tak menatap sempurna,
bahkan ketika mantap kaki melangkah,
menepuk ciprat masa yg tak terduga.

Inilah saat,
persabungan yg kita tantang,
ke depan,
utk menjejak pd air beriak,
bahkan bila mesti meleburkan batas nalar,
hingga mereka terpana.

 

onmymind:

senja jatuh di ujung kolam,
seusai gerimis yg membuka pori,
selayak dirimu yg senantiasa ku harap datang,
bertangga pelangi yg turun di pucuk sawit.

Bila malam merayap datang,
bulanlah yg ku harap kau tunggangi,
membawa harapan yg tetap ku damba,
selayak gemericik air setia menemani.

Berselimut bintang Aku membawakan hati padamu,
mimpi yg Kita kristalkan diantara napas yg menghentak,
dan senyummu yg membalut pundak asaku,
untuk esok bersama!

“first feeding”: ‘bottle neck’ proses produksi akuakultur

Tingkat survival paling rendah pada kegiatan budidaya ikan, biasa terjadi pada tahap awal daur hidup ikan. Diantara proses yang menentukan pada tahap ini berkaitan dengan proses adaptasi sistem pencernaan ikan terhadap pakan yang diberikan (“first feeding”). Permasalahan umum yang mungkin terjadi pada tahap ini adalah ketersediaan dan kesesuaian pakan. Pakan harus tersedia dalam jumlah yang mencukupi, sesuai dengan bukaan mulut ikan, dengan kandungan nutrisi yang dapat dicerna dan dimanfaatkan larva serta tersedia secara kontinyu. Pakan alami (terutama zooplankton) biasanya diharapkan dapat berperan pada tahap ini, dengan berbagai kelebihan kandungan nutrisi dan ukurannya.

baca lanjutannya…….


lanjutan blog ini/ further this blog!!!

sunarma.net2

RSS http://sunarma.net

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Konsultan Akuakultur

Perlu bantuan untuk: Pemijahan ikan, Pengembangan usaha perikanan, Pembangunan Balai Benih Ikan, Pengadaan sarana produksi perikanan; Atau perlu kerjasama penelitian dan lainnya seputar akuakultur; Hubungi kami : juraganindoor(at)yahoo(dot)co(dot)id

juraganindoor[at]yahoo.co.id

“Book for YOU!”

a

Komentar yang memerlukan jawaban akan dijawab melalui email secara personal, jadi komentar hendaknya disertai alamat email yang terdaftar.

sejak 23 Juni 2007

  • 115.400 pengunjung

datang dari:

site statistics

support me, please!

TopAquaticSites.com Indonesia To Blog -Top Site All Tropical Fish Topsites List

who will give me the book?

1-84265-369-5 eel eel biology
Iklan