Aquaculture: save our water

Proses produksi akuakultur hampir identik dengan kebutuhan ketersediaan suplai air yg besar dibandingkan dengan bidang lainnya, misalnya tanaman. Meskipun hal tersebut masih memerlukan kajian yg lebih mendalam, namun selayaknya para saintis/praktisi akuakultur melakukan terobosan untuk membuat suatu sistem produksi akuakultur yg hemat air. Karena bagaimanapun juga, air buangan dari sistem akuakultur tidak dapat secara langsung digunakan untuk kebutuhan manusia walaupun mungkin dapat memberikan nilai tambah bagi pengguna air bidang lain.

Proses produksi akuakultur yang menawarkan konsep hemat air adalah penerapan sistem resirkulasi (aliran tertutup) dan sistem guna-ulang (reuse). Kedua sistem tersebut memerlukan unit pengolahan limbah (filter fisik dan biofilter termasuk integrasi dengan tanaman, aquaponik atau minaponik) yg mengkondisi ulang kualitas air untuk layak kembali digunakan. Sistem ini memerlukan biaya investasi yg relatif tinggi namun menawarkan peluang penggunaan lahan dan air yang sangat efisiensi.

Secara praktis, konsep sistem akuakultur yg hemat air dengan biaya yang sangat murah dapat pula dilakukan melalui pemilihan jenis ikan yang tepat, memiliki produktifitas dan toleransi lingkungan yg tinggi. Pilihan pertama konsep ini adalah budidaya lele. Dalam satu siklus budidaya (dua bulan), tingkat produksi dapat mencapai 1 ton pada lahan hanya 40-50 m2 dan kebutuhan air hanya 40-50 m3. Bahkan dengan sistem budidaya yang lebih baik atau penggunaan bakteri pengurai (probiotik), sangat dimungkinkan pada siklus berikutnya memerlukan air hanya 20-25 m3.

(ide tulisan muncul ketika mampir di satu rumah makan, barat Leuwiliang Bogor, tempat dimana pernah makan malam, dengan lampu teplok karena listrik padam, saat penelitian resirkulasi berulang gagal, tahun 1997)

dedicated to my research colleague: Oko n Gita 

juraganindoor@9300i

6 Responses to “Aquaculture: save our water”


  1. 1 bumisegoro Februari 8, 2008 pukul 1:37 pm

    saya tertarik dengan budidaya lele dengan aquaponik. dimana saya bisa mendapatkan referensi/contoh aplikasi di daerah jabotabek. terima kasih

  2. 2 roffi Februari 26, 2008 pukul 6:09 am

    pake komunikator juga ya.. secara 9300i hehehhee

  3. 3 m.rasyid April 6, 2008 pukul 9:27 am

    sebaiknya desain atau gambar resirkulasi airnya atau desai biofilternya dilampirkan. terimakasih

  4. 4 Oedin, tukank lauk Februari 16, 2009 pukul 5:55 pm

    aquaculture : save our water memang tepat untuk diterapkan terutama buat rekan2 di perkotaan, lahan sempit, air kualitasnya pas-pasan, debitnya gak karu-karuan, yo tapi yang namanya aquaculure ya mesti jalan terus…..
    untuk akuaphonik kami di bogor sudah mencobanya.air sumbernya saluran air yang melalui perumahan (municipal waste) ikan yang sudah dicobakan lele, nila, gurame. untuk sayurnya dah di coba kangkung darat, tomat, cabai, selada, truz terong. hasilnya… Ruarrr biasa, bisa panen sayur dari kolam, kolom air ikan, atas air sayuran… desain ada 3 tipe yang bisa dicoba ya.. nanti disesuaikan dengan kolam dan sumber daya yang ada. ada tipe floating, tipe circular, dan tipe permanent…

    dilain pihak kualitas air tetap terjaga walapun zero water exchange (gak pake ganti-ganti air dari tebar sampai panen).spesial tuk kangkung kayaknya paling menguntungkan, satukali panen lele bisa tiga kali panen kangkung, ya bisa buat tambah income (klu satu ikat kangkung 10-12 batang & seikat borongan Rp 400, satu sistem bisa 600-1000 ikat, lumayan….)

    bisa dicoba buat rekan rekan yang mo berminat…..

  5. 5 spaw April 1, 2009 pukul 7:57 pm

    pak Oedin, dimana saya bisa mendapatkan buku mengenai tipe2 aquakultur ini? saya ada kolam 500m2 ingin dimanfaatkan utk aquakultur, apakah lele dumbo tepat utk kolam ukuran tsb?
    sebetulnya air bukan masalah, saya hanya ingin memanfaatkan lahan untuk pertanian di atas kolam saya.
    terima kasih.
    salam

  6. 6 Hendy Hariyadi Mei 22, 2009 pukul 4:21 am

    key…save our groups..
    go green


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




lanjutan blog ini/ further this blog!!!

sunarma.net2

RSS http://sunarma.net

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Konsultan Akuakultur

Perlu bantuan untuk: Pemijahan ikan, Pengembangan usaha perikanan, Pembangunan Balai Benih Ikan, Pengadaan sarana produksi perikanan; Atau perlu kerjasama penelitian dan lainnya seputar akuakultur; Hubungi kami : juraganindoor(at)yahoo(dot)co(dot)id

juraganindoor[at]yahoo.co.id

“Book for YOU!”

a

Komentar yang memerlukan jawaban akan dijawab melalui email secara personal, jadi komentar hendaknya disertai alamat email yang terdaftar.

sejak 23 Juni 2007

  • 112,127 pengunjung

datang dari:

site statistics

support me, please!

TopAquaticSites.com Indonesia To Blog -Top Site All Tropical Fish Topsites List

who will give me the book?

1-84265-369-5 eel eel biology