Archive Page 2

KeepInMind: Investasi Anda di Bisnis Akuakultur

Bisnis perikanan, seperti usaha lainnya juga, mutlak harus diawali oleh minat dan modal yang memadai. Penentuan komoditas yang akan dipilih harus didasarkan pada permintaan pasar yang riil dan sudah diketahui. Sementara penggunaan teknologi dapat disesuaikan dengan kondisi lahan yang akan digunakan.

baca lanjutannya…….

Iklan

“BUGEL”: Fenomena alam pantai selatan

“BUGEL” adalah fenomena alam pantai selatan dimana aliran air sungai tidak dapat mencapai laut akibat terputus oleh dinding pasir. 

below image captured from:

http://wikimapia.org/#lat=-7.420538&lon=106.673384&z=16&l=0&m=a&v=2 

fotonya boleh dilihat dulu tapi artikelnya menyusul

selamat iedul fitri 1428 H

pagi menjelang saat dingin,
menyibak pekat lewat senandung malam yg setia dilangitkan,
meluruh jarak dua kota terentang,
selayak kilau air tak beriak.

Alam yg selalu berpihak,
ketika gerimis menapaki lumpur yg nyaris mengeras,
atau sekedar menitip gurat tangan,
pd liukan tubuhmu yg akan datang.

Semesti berpandu kerendahan hati,
aku ulurkan kebeningan maaf atas lupamu,
dan aku harapkan keridhoan maaf atas khilafku,
setulusnya.
SELAMAT IDUL FITRI.

Naik Haji dari Tabungan Gurame: Mimpi???

Dengan setoran awal Rp 5 jtan, ditambah angsuran setiap bulan “sekedarnya”, plus bonus hiburan gratis di sore hari, dalam waktu 2 – 3 tahun!!! Atau dengan investasi yang “rada gede” dengan siklus produksi per minggu dan keuntungan yang lebih besar………………….??? Inilah seni dalam budidaya gurame, ikan asli perairan Indonesia, yang memiliki cita rasa tinggi dan dapat diterima sebagai sebagai ikan konsumsi nyaris di semua belahan negeri ini.

baca lanjutannya…….

Bawal Air Tawar: Peluang atau Ancaman?

Secara finansial, usaha budidaya ikan bawal air tawar (Colossoma macropomum), cukup menggiurkan karena proses produksi dapat berlangsung cukup singkat, pemijahan (jual larva) sekitar 2 – 3 minggu, pembenihan (jual benih) sekitar 1 – 2 bulan dan pembesaran (jual ukuran konsumsi) sekitar 3 – 5 bulan. Secara ekologi, ikan ini dianggap sebagai “perusak” karena dapat menjadi predator bagi ikan lain dan mengancam kelestarian biodiversitas ikan asli perairan Indonesia. Apakah kita murni seorang pengusaha ikan (baca: tengkulak atau bakul), penyelamat lingkungan (conservationist) ataukah pembudidaya ikan (aquaculturist)???

baca lanjutannya…….

Kriopreservasi sperma ikan nilem: ringkasan

RINGKASAN

ADE SUNARMA, Program Pascasarjana, Universitas Jenderal Soedirman, Kriopreservasi Spermatozoa Ikan Nilem (Osteochilus hasseltii) Menggunakan Ekstender dan Krioprotektan Berbeda, Komisi Pembimbing, Ketua: Dra. Yulia Sistina, M.Sc.Stud., Ph.D., Anggota: Ir. Dadang M. Saleh, M.S., M.Agr.Sc., Ph.D.

Kriopreservasi sperma ikan memberikan keuntungan terhadap industri akuakultur (contohnya mempertahankan keragaman genetik induk, memanfaatkan sperma secara efisien dan sinkronisasi reproduksi secara buatan) dan konservasi ex-situ (bank gen spesies terancam punah, organisme indigenous dan strain yang bernilai tinggi). Nilem merupakan model yang mewakili untuk diinvestigasi secara mendasar yang dapat mendorong terhadap pengembangan suatu prosedur kriopreservasi untuk ikan yang dibudidayakan secara komersial dan spesies yang terancam punah pada kelompok Cyprinid.  
Penelitian kriopreservasi sperma ikan nilem telah dilakukan untuk mengkaji kombinasi efektif antara dua ekstender, larutan Ringer atau glukosa, dan tiga krioprotektan, dimethyl sulfoxide (DMSO), metanol atau gliserol, pada tiga konsentrasi berbeda yaitu 5%, 10% atau 15% DMSO atau metanol atau 2,5%, 5,0% atau 7,5% gliserol. Sperma diencerkan dengan ekstender pada rasio 1:9 kemudian krioprotektan ditambahkan sesuai dengan konsentrasi perlakuan. Sampel dimasukkan ke dalam straw 0,5 mL, diekuilibrasi pada temperatur 4 – 5 oC selama 20 menit, diuapkan pada jarak 3 cm diatas permukaan nitrogen cair selama 3 menit, kemudian dimasukkan ke dalam nitrogen cair untuk disimpan selama 1 minggu. Setelah penyimpanan, sampel diencerkan kembali (thawing) dalam air dengan temperatur 39 – 40 oC selama 10 – 15 detik dan digunakan untuk membuahi 100 – 200 telur per straw.  
Persentase motilitas spermatozoa pre-freezing tidak berbeda nyata (p>0,05) baik dengan kontrol spermatozoa segar maupun antar perlakuan kecuali Ringer gliserol 7,5% dan glukosa metanol 15%. Persentase motilitas pre-freezing tertinggi pada kombinasi Ringer DMSO 5% dan Ringer metanol 5% (masing-masing 100%) dan terendah pada kombinasi glukosa metanol 15% (77,50±5,00%). Persentase motilitas spermatozoa post-thawing berbeda nyata (p<0,05) antar perlakuan kombinasi ekstender Ringer tetapi kombinasi Ringer DMSO 10% tidak berbeda (p>0,05) baik dengan kontrol spermatozoa segar dalam larutan Ringer maupun dengan spermatozoa pre-freezing. Persentase motilitas spermatozoa post-thawing tidak berbeda nyata (p>0,05) antar perlakuan kombinasi ekstender glukosa kecuali antara glukosa DMSO 5% dengan glukosa gliserol 2,5%. Persentase motilitas post-thawing tertinggi pada Ringer DMSO 10% (87,50±5,00%) dan terendah pada glukosa gliserol 2,5% (12,50±5,00%). Derajat penetasan telur yang dibuahi spermatozoa pre-freezing atau post-thawing berbeda nyata (p<0,05) baik antar perlakuan maupun dengan kontrol. Derajat penetasan yang dibuahi spermatozoa pre-freezing tertinggi pada glukosa DMSO 5% (96,56±2,43%) dan terendah pada Ringer metanol 15% (3,39±2,24%) sedangkan yang dibuahi spermatozoa post-thawing tertinggi pada Ringer DMSO 15% (54,98±28,61) dan terendah pada glukosa DMSO 15% (6,54±3,31%). Hasil penelitian menunjukkan tidak ada korelasi signifikan antara persentase motilitas dengan derajat penetasan telur yang dibuahi spermatozoa post-thawing.  
Hasil penelitian ini membuktikan kombinasi ekstender Ringer dengan krioprotektan DMSO efektif untuk kriopreservasi sperma ikan nilem. Dengan demikian, kriopreservasi sperma ikan, dengan menggunakan nilem sebagai model, dapat dikembangkan lebih lanjut untuk diterapkan pada ikan Cyprinid lainnya.

Kata Kunci: Kriopreservasi sperma, motilitas, derajat penetasan, Ringer, glukosa, DMSO, metanol, gliserol, ikan nilem

————————-

SUMMARY

ADE SUNARMA, Postgraduate Program, Jenderal Soedirman University, Cryopreservation of Indonesian Silver Sharkminnow Fish Sperm (Osteochilus hasseltii) using Different Extender and Cryoprotectant, Supervisor: Dra. Yulia Sistina, M.Sc.Stud., Ph.D., Co-supervisor: Ir. Dadang M. Saleh, M.S., M.Agr.Sc., Ph.D.

Fish sperm cryopreservation would have benefits for aquaculture industry (e.g. maintaining genetic variability of broodstock, efficient utilizing of sperm and synchronizing of artificial reproduction) and for ex-situ conservation (gene banks of endangered species, indigenous organism and valuable strain). Indonesian silver sharkminnow is a representative model to basically investigate leading to the development of a cryopreservation procedure for commercially cultured fish and endangered species in the Cyprinid.  
The experiment was conducted to investigate effective combination between two extenders, Ringer or glucose solution, and three cryoprotectants dimethyl sulfoxide (DMSO), methanol or glycerol, in three different concentrations, such 5%, 10% or 15% DMSO or methanol or 2.5%, 5.0% or 7.5% glycerol (v/v). Sperm was diluted in extender at the ratio of 1:9 then cryoprotectants were added in accordance to treatment concentrations. Samples were packed in 0.5 mL straws, equilibrated at temperature 4 – 5 oC for 20 minutes, vaporized at 3 cm above surface liquid nitrogen for 3 minutes and then plunged into liquid nitrogen, where they were stored for 1 week. After storage, the samples were thawed in a water bath at temperature 39 – 40 oC for 10 – 15 seconds and were used to fertilize 100 – 200 eggs per straw.  
The percentage of pre-freezed spermatozoa motility was not significantly different (p>0.05) either to fresh spermatozoa control or between treatments except Ringe glycerol 7.5% and glucose methanol 15%. The highest percentage of pre-freezed spermatozoa motility was Ringer DMSO 5% and Ringer methanol 5% (each 100%) and the lowest was glucose methanol 15% (77.50±5.00%). The percentage of post-thawed spermatozoa motility was significantly different (p<0.05) between Ringer extender combination but not significantly (p>0.05) between glucose extender combination except glucose DMSO 5% to glucose glycerol 2.5%. Ringer DMSO 10% combination was not significantly different (p>0.05) either to fresh spermatozoa control in Ringer solution or pre-freezed spermatozoa motility. The highest percentage of post-thawed spermatozoa motility was Ringer DMSO 10% (87.50±5.00%) and the lowest was glucose glycerol 2.5% (12.50±5.00%). The hatching rate fertilized by pre-freezed or post-thawed spermatozoa was significantly different (p<0.05) either to control or between treatments. The highest and the lowest hatching rate fertilized by pre-freezed spermatozoa was glucose DMSO 5% (96.56±2.43%) and Ringer methanol 15% (3.39±2.24%), respectively, and by post-thawed spermatozoa was Ringer DMSO 15% (54.98±28.61) and glucose DMSO 15% (6.54±3.31%), respectively. The result showed that no significant correlation between percentage of motility and hatching rate fertilized by post-thawed spermatozoa.  
The study proven combination of Ringer extender and DMSO cryoprotectant effective for cryopreservation of Indonesian silver sharkminnow fish sperm. Therefore, fish sperm cryopreservation with nilem as a representative model could be developed to extend on other Cyprinids.

Keywords: Sperm cryopreservation, motility, hatching rate, Ringer, glucose, DMSO, methanol, glycerol, Indonesian silver sharkminnow fish

epilog utk pasca biologi

“dalam keterbatasan kita bisa mencari celah kesempatan dan kesempatan itu sedemikian besar Anda berikan”

kita perlu menyadari bahwa banyak orang yang belum mengetahui keberadaan kita. tak akan dapat dipungkiri, itu adalah fakta. sejauh mana kita menyadari hal itu, adalah sesadar apa kita untuk membuktikan diri. pasti, kita tidak akan bisa bersembunyi dari “kekurang-strategisan” posisi kota, karena posisi tidak selalui menentukan prestasi. kita harus yakin dan berjuang bahwa prestasi dapat kita ciptakan dan kita raih, dimanapun posisi kita, selemah apapun keterbatasan kita dan sekuat apapun tantangan yang harus dihadapi. pasti, sesempit apapun peluang yang kita punya dan sekecil apapun kekuatan kita, akan dapat kita gunakan untuk berbuat sesuati yang strategis.

aku bersyukur untuk bisa menikmati kesabaran dan belajar menghargai disini. kekeluargaan yang sedemikian erat dan toleransi yang sedemikian lebar. saling memberikan SEMANGAT, membangkitkan INOVASI, menelusuri INSPIRASI, meneguhkan KESABARAN dan berbagi CINTA. Maka, bukanlah lekang kesabaran, bila saat ini tiba, karena komunitas ini tak kan pernah pudar, aku tak percaya bila harus melepas sekolahan kita!

aku masih harus berjalan,
mengitari batas harapan kali ketiga,
tak semestinya letih mengusung jejak nalar tersisa,
tersirami hujan yg turun awal malam.

tak layak berduka mengingatnya,
bila mereka tak menatap sempurna,
bahkan ketika mantap kaki melangkah,
menepuk ciprat masa yg tak terduga.

Inilah saat,
persabungan yg kita tantang,
ke depan,
utk menjejak pd air beriak,
bahkan bila mesti meleburkan batas nalar,
hingga mereka terpana


lanjutan blog ini/ further this blog!!!

sunarma.net2

RSS http://sunarma.net

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Konsultan Akuakultur

Perlu bantuan untuk: Pemijahan ikan, Pengembangan usaha perikanan, Pembangunan Balai Benih Ikan, Pengadaan sarana produksi perikanan; Atau perlu kerjasama penelitian dan lainnya seputar akuakultur; Hubungi kami : juraganindoor(at)yahoo(dot)co(dot)id

juraganindoor[at]yahoo.co.id

“Book for YOU!”

a

Komentar yang memerlukan jawaban akan dijawab melalui email secara personal, jadi komentar hendaknya disertai alamat email yang terdaftar.

sejak 23 Juni 2007

  • 115.158 pengunjung

datang dari:

site statistics

support me, please!

TopAquaticSites.com Indonesia To Blog -Top Site All Tropical Fish Topsites List

who will give me the book?

1-84265-369-5 eel eel biology
Iklan