Naik Haji dari Tabungan Gurame: Mimpi???

Dengan setoran awal Rp 5 jtan, ditambah angsuran setiap bulan “sekedarnya”, plus bonus hiburan gratis di sore hari, dalam waktu 2 – 3 tahun!!! Atau dengan investasi yang “rada gede” dengan siklus produksi per minggu dan keuntungan yang lebih besar………………….??? Inilah seni dalam budidaya gurame, ikan asli perairan Indonesia, yang memiliki cita rasa tinggi dan dapat diterima sebagai sebagai ikan konsumsi nyaris di semua belahan negeri ini.

Budidaya ikan gurame secara intensif dapat dilakukan dengan memanfaatkan karakter morfologi yang khas, misalnya habitatnya di perairan tenang dengan kemampuan memanfaatkan oksigen dari atmosfer bebas, ditunjang dengan kesesuaian fisiologisnya sebagai ikan asli yang dapat dipastikan sesuai dengan perairan tawar Indonesia pada umumnya. Pemanfaatan keunggulan tersebut, dapat diterapkan dengan sistem budidaya yang hemat air dan/atau dengan kepadatan tinggi. Secara teknis, intensifikasi budidaya dapat dilakukan dengan menggunakan rancangan kolam yang tepat dan penyesuaian proses produksi berdasarkan skala usahanya. Pada tingkat skala usaha kecil, proses produksi sebaiknya dilakukan secara segmentasi sedangkan pada skala usaha besar, proses produksi sebaiknya dilakukan secara terintegrasi.

Proses produksi dengan segmentasi dapat dilakukan melalui pemberdayaan kelompok pembudidaya, mulai pembenihan, pendederan hingga pembesaran. Untuk itu, penguatan kelembagaan kelompok mutlak dilakukan, baik secara finansial maupun jaringan kerja. Penguatan finansial dapat dilakukan dengan pemberian bantuan dana atau keringanan/kemudahan kredit sedangkan penguatan jaringan kerja dapat dilakukan baik dengan mensinergikan kegiatan antara kelompok ataupun dengan sistem inti-plasma. Proses produksi secara terintegrasi dapat dilakukan dengan melakukan proses produksi dari pembenihan hingga pembesaran. Untuk itu, diperlukan perencanaan proses produksi yang tepat agar kelangsungan usaha dapat dipertahankan.

Permasalahan klasik yang selalu dihadapi para pembudidaya adalah kesulitan untuk mendapatkan modal, terutama pada proses produksi pembesaran. Di sisi lain, konsumsi gurame dapat diterima oleh berbagai kalangan masyarakat bahkan berpeluang untuk dijadikan suatu komoditas ekspor. Selain itu, harga ikan konsumsi gurame relatif tidak berfluktuasi tinggi, kecuali pada tahun 2002-2003 yang lebih diakibatkan oleh permainan tengkulak.

Sejauh ini, terdapat dua model pembesaran gurame di tingkat pembudidaya, model tradisional yang hanya merupakan simpanan jangka panjang (2-3 tahun) dan model intensif yang merupakan suatu proses produksi yang terkontrol. Pada model tradisional, benih gurame dipelihara (mungkin lebih tepatnya: disimpan) di kolam, dengan pemberian pakan sekedarnya, sampai mencapai ukuran konsumsi, kemudian dijual.

4 Responses to “Naik Haji dari Tabungan Gurame: Mimpi???”


  1. 1 yudi Oktober 26, 2007 pukul 9:08 pm

    pak, saya ingin tahu,berapa banyak gurameh dengan ukuran tertentu yang dimasukkan dalam sebuah kolam dengan ukuran tertentu pada efektifitas pembudidayaan paling tinggi? juga bagaimana sebaiknya dan berapa banyak pemberian makanan ikan? karena sepanjang saya membesarkan gurame tampaknya belum mencapai efektifitas pertumbuhan yang maksimal.tolong balas di email sy: youdie_go@yahoo.com

  2. 2 Farid November 28, 2007 pukul 3:55 pm

    Motivasi sangat bagus untuk pelihara ikan gurami. Saya berencana ingin membuat kolam ikan, cuma ga tau mo diisi ikan apa.

    Mbok, saya dikasih tau informasi tempat beli telur/bibit ikan gurami di wilayah jogjakarta, serta lokasi/tempat penjualan ne? serta Analisa usaha pembudidayaan ikan gurami secara segmentasi.

    Mohon dikirimkan ke farid@pulen.net

    Terima Kasih

  3. 3 andre Desember 17, 2007 pukul 8:24 am

    siiip bangkit!! sebab kita punya budidaya gurame sama aja nabung bunga gede?

  4. 4 CV-47 Desember 19, 2007 pukul 8:42 pm

    hmmmm…kalo kupikir gurame terlalu lama…emang pakannya bisa ditekan, cuma untuk skala risk-nya ga berani nanggung bro….mending nila aja…risk kecil, keuntungan biar keciltapi masih menggigit…trus padat tebar guramemasih terbatas karena jenis ikan ini termasuk soliter…hehehehe sory cuma ngasih pendapat…

    risk faktor usaha biasanya berkorelasi dengan tingkat keuntungan. dengan tingkat keuntungan yang relatif tinggi, wajar saja produksi gurame memiliki risk faktor yang tinggi pula, terutama bila dilakukan model budidaya yang intensif.

    pada model intensif, produksi gurame sebaiknya dilakukan secara segmentasi sehingga tidak memerlukan waktu yang terlalu lama untuk bisa menghasilkan produk ukuran konsumsi

    mengenai kepadatan, pada pembesaran awal (ukuran 12an cm (rokok) sampe 4-5 ekor/kg) bisa 15-20 ekor/m2 sedangkan pada pembesaran akhir (4-5 ekor/kg sampe 5-7 ons/ekor) bisa 10 ekor/m2) dengan kedalaman kolam 1,5-2 m.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




lanjutan blog ini/ further this blog!!!

sunarma.net2

RSS http://sunarma.net

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Konsultan Akuakultur

Perlu bantuan untuk: Pemijahan ikan, Pengembangan usaha perikanan, Pembangunan Balai Benih Ikan, Pengadaan sarana produksi perikanan; Atau perlu kerjasama penelitian dan lainnya seputar akuakultur; Hubungi kami : juraganindoor(at)yahoo(dot)co(dot)id

juraganindoor[at]yahoo.co.id

“Book for YOU!”

a

Komentar yang memerlukan jawaban akan dijawab melalui email secara personal, jadi komentar hendaknya disertai alamat email yang terdaftar.

sejak 23 Juni 2007

  • 112,127 pengunjung

datang dari:

site statistics

support me, please!

TopAquaticSites.com Indonesia To Blog -Top Site All Tropical Fish Topsites List

who will give me the book?

1-84265-369-5 eel eel biology