Konservasi Eks-Situ Biodiversitas melalui Kriopreservasi

Konservasi Eks-Situ Biodiversitas Ikan Air Tawar Indonesia melalui Kriopreservasi 

Penyelamatan plasma nutfah ikan di Indonesia yang teracam kepunahan dapat dilakukan baik secara in-situ ataupun eks-situ.  Secara biologis, konservasi in-situ lebih menjamin keberhasilan karena ikan sudah teradaptasi dengan habitatnya, namun model ini relatif tidak terjamin keselamatannya karena nafsu manusia untuk melakukan eksploitasi (baca: merusak) lingkungan jauh lebih besar dibandingkan dengan melindunginya.  Karena itu, konservasi eks-situ merupakan pilihan yang lebih realistis untuk dilakukan.  Model konservasi eks-situ dengan pemeliharaan ikan hidup memerlukan biaya dan fasilitas yang besar termasuk kemampuan manajemen dan konsistensi pengelolanya, selain juga memerlukan proses domestikasi dan adaptasi spesies yang relatif tidak mudah.  Kriopreservasi (penyimpanan material dengan menggunakan temperatur rendah -196oC) dapat menjadi pilihan yang menarik dalam upaya konservasi plasma nutfah ikan eks-situ.

4 Responses to “Konservasi Eks-Situ Biodiversitas melalui Kriopreservasi”


  1. 1 novhard Agustus 2, 2007 pukul 7:07 am

    saya pernah dengar istilah eks-situ dan in-situ ..
    tapi lupa euy …coba dilampirin ma tulisannya diatas ….

  2. 2 juraganindoor Agustus 2, 2007 pukul 7:57 am

    konservasi in-situ dilakukan di tempat (habitat)asli organismenya, contohnya taman nasional ujung kulon utk badak cula satu, sedangkan konservasi eks-situ dengan habitat baru dilakukan di tempat lain, contohnya kebun raya bogor. kriopreservasi merupakan konservasi eks-situ karena dilakukan di tempat lain, meskipun hanya menyelamatkan material genetiknya.
    mohon maaf, tulisan lanjutannya belum bisa ditampilkan karena masih menunggu ‘approved’ dari ‘reviewer’

  3. 3 dikdik koswara Agustus 4, 2007 pukul 4:47 pm

    Salut Pak, Selamat atas Gurame Centrenya dan terutama buat komunitas ini.

    Sudah tentu harapannya supaya komunitas ini dapat lebih berkembang karena potensinnya memang besar. Paling tidak jika di lihat dari tolok ukur ‘penikmat’ gurame di Indonesia sangat banyak. (hehehe hehehe bener pan)


  1. 1 Konservasi Eks-Situ Biodiversitas melalui Kriopreservasi « Program Pascasarjana MAGISTER BIOLOGI Unsoed Purwokerto Lacak balik pada Agustus 2, 2007 pukul 6:56 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




lanjutan blog ini/ further this blog!!!

sunarma.net2

RSS http://sunarma.net

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Konsultan Akuakultur

Perlu bantuan untuk: Pemijahan ikan, Pengembangan usaha perikanan, Pembangunan Balai Benih Ikan, Pengadaan sarana produksi perikanan; Atau perlu kerjasama penelitian dan lainnya seputar akuakultur; Hubungi kami : juraganindoor(at)yahoo(dot)co(dot)id

juraganindoor[at]yahoo.co.id

“Book for YOU!”

a

Komentar yang memerlukan jawaban akan dijawab melalui email secara personal, jadi komentar hendaknya disertai alamat email yang terdaftar.

sejak 23 Juni 2007

  • 112,127 pengunjung

datang dari:

site statistics

support me, please!

TopAquaticSites.com Indonesia To Blog -Top Site All Tropical Fish Topsites List

who will give me the book?

1-84265-369-5 eel eel biology