“dalam keterbatasan kita bisa mencari celah kesempatan dan kesempatan itu sedemikian besar Anda berikan”
kita perlu menyadari bahwa banyak orang yang belum mengetahui keberadaan kita. tak akan dapat dipungkiri, itu adalah fakta. sejauh mana kita menyadari hal itu, adalah sesadar apa kita untuk membuktikan diri. pasti, kita tidak akan bisa bersembunyi dari “kekurang-strategisan” posisi kota, karena posisi tidak selalui menentukan prestasi. kita harus yakin dan berjuang bahwa prestasi dapat kita ciptakan dan kita raih, dimanapun posisi kita, selemah apapun keterbatasan kita dan sekuat apapun tantangan yang harus dihadapi. pasti, sesempit apapun peluang yang kita punya dan sekecil apapun kekuatan kita, akan dapat kita gunakan untuk berbuat sesuati yang strategis.
aku bersyukur untuk bisa menikmati kesabaran dan belajar menghargai disini. kekeluargaan yang sedemikian erat dan toleransi yang sedemikian lebar. saling memberikan SEMANGAT, membangkitkan INOVASI, menelusuri INSPIRASI, meneguhkan KESABARANÂ dan berbagi CINTA. Maka, bukanlah lekang kesabaran, bila saat ini tiba, karena komunitas ini tak kan pernah pudar, aku tak percaya bila harus melepas sekolahan kita!
aku masih harus berjalan,
mengitari batas harapan kali ketiga,
tak semestinya letih mengusung jejak nalar tersisa,
tersirami hujan yg turun awal malam.
tak layak berduka mengingatnya,
bila mereka tak menatap sempurna,
bahkan ketika mantap kaki melangkah,
menepuk ciprat masa yg tak terduga.
Inilah saat,
persabungan yg kita tantang,
ke depan,
utk menjejak pd air beriak,
bahkan bila mesti meleburkan batas nalar,
hingga mereka terpana







0 Tanggapan ke “epilog utk pasca biologi”