Konservasi Eks-Situ Biodiversitas Ikan Air Tawar Indonesia melalui Kriopreservasi
Penyelamatan plasma nutfah ikan di Indonesia yang teracam kepunahan dapat dilakukan baik secara in-situ ataupun eks-situ. Secara biologis, konservasi in-situ lebih menjamin keberhasilan karena ikan sudah teradaptasi dengan habitatnya, namun model ini relatif tidak terjamin keselamatannya karena nafsu manusia untuk melakukan eksploitasi (baca: merusak) lingkungan jauh lebih besar dibandingkan dengan melindunginya. Karena itu, konservasi eks-situ merupakan pilihan yang lebih realistis untuk dilakukan. Model konservasi eks-situ dengan pemeliharaan ikan hidup memerlukan biaya dan fasilitas yang besar termasuk kemampuan manajemen dan konsistensi pengelolanya, selain juga memerlukan proses domestikasi dan adaptasi spesies yang relatif tidak mudah. Kriopreservasi (penyimpanan material dengan menggunakan temperatur rendah -196oC) dapat menjadi pilihan yang menarik dalam upaya konservasi plasma nutfah ikan eks-situ.







saya pernah dengar istilah eks-situ dan in-situ ..
tapi lupa euy …coba dilampirin ma tulisannya diatas ….
konservasi in-situ dilakukan di tempat (habitat)asli organismenya, contohnya taman nasional ujung kulon utk badak cula satu, sedangkan konservasi eks-situ dengan habitat baru dilakukan di tempat lain, contohnya kebun raya bogor. kriopreservasi merupakan konservasi eks-situ karena dilakukan di tempat lain, meskipun hanya menyelamatkan material genetiknya.
mohon maaf, tulisan lanjutannya belum bisa ditampilkan karena masih menunggu ‘approved’ dari ‘reviewer’
Salut Pak, Selamat atas Gurame Centrenya dan terutama buat komunitas ini.
Sudah tentu harapannya supaya komunitas ini dapat lebih berkembang karena potensinnya memang besar. Paling tidak jika di lihat dari tolok ukur ‘penikmat’ gurame di Indonesia sangat banyak. (hehehe hehehe bener pan)